Thursday, September 21, 2006 |
Di Sini |
Di sini daun bersatu dengan bumi yang dulu dipisahkan oleh ranting usia makin menua melabuhkan catatan pujangga menyingkatkan masa.
Di sini aku dan cinta akan menyatu pada pertemuan yang bermula dengan doa.
Akan Kau sambutkah aku atau aku hanya pulang untuk terasing bersimpuh di pintu ampunan kasihMu!Labels: Puisi Zaharah |
posted by Zaharah @ 11:57 AM   |
|
|
|
Masihkan Lagi |
Masihkah kau ingat tika kita seiring mengharungi liku teguh erat berpegang janji tak terlerai walau dimamah waktu tak termampu untuk kita mungkiri.
Masihkan kau ingat waktu kasih kita dilanda badai memaksa segalanya terlerai walau kukorbankan jiwa untuk bertahan tetap jua terjadi perpisahan.
Masihkan kini namaku wujud di hatimu mengiringi tiap perjalanan hidupmu atau telah lama aku tenggelam pada pedihnya kenangan silam.
Masihkah kini kau merindui saat-saat lalu mengharap pertemuan kembali antara kau dan aku walau bermusim kita menyepi.
Masihkah mampu lagi kumeraut wajahmu nan sayu pada musim yang berlalu bisakah kuputar kembali waktu biar kuhapus segala pilu.
Masihkah mampu lagi kita kembali beriringan menemukan semula keindahan persahabatan biar terpadam segala pedih kenangan walau antara kita masih berjauhan.
Atau, masihkan aku dipersalahkan membiarkan nista meragut kasih kita walau kusendiri telah mencuba menahan keteguhan sebuah persahabatan menahan pedihnya sebuah perpisahan.Labels: Puisi Zaharah |
posted by Zaharah @ 11:08 AM   |
|
|
|
Kala |
Kala sentuhan mentari jingga tak lagi memberi kehangatan kala titisan embun dingin tak lagi memberi kesejukan kala semerbak kembang tak lagi menebar wangian kala gemersik kicauan burung tiada lagi bersenandung lagu cinta kala semilir sang angin tiada berbisik tentang rindu.
Segalanya sirna dipeluk malam segalanya beku dipeluk bisu segakanya pergi diseret masa kuterhempas dalam duka.
Lalu kesedihan meronta jiwa di matamu ada cinta duka tanpa kumengerti semuanya tertutup bagai kabus senja.Labels: Tidak Pasti |
posted by Zaharah @ 11:03 AM   |
|
|
|
Bila... |
Bila sang pengemis cinta bangkit dari lautan duka mampukah ditembusi tembok hati yang tebal kerana luka?Labels: Puisi Zaharah |
posted by Zaharah @ 10:54 AM   |
|
|
Tuesday, September 19, 2006 |
Pilu itu |
Ada kata kusimpan di sini akan kubuka dengan pintu seni agar menyatu cinta kita cinta aku dan Ilahi.
Pilu itu kupintal menjadi tali yang mengikat hati-hati agar tidak terpesong ke jalan mati
Pilu itu kuikat bagai tali penghubung rohani agar ada yang mengerti cinta ini cinta yang rela kukendong hingga mati!Labels: Puisi Zaharah |
posted by Zaharah @ 11:00 AM   |
|
|
|
|