Thursday, May 18, 2006 |
Andainya Semalam Itu Milikku... |
Adik-adikku, Riang batinmu berlari seiringan pukulan ombak Iramanya adalah lagu hatiku Kutebarkan jala kasih di pinggir harapan agar esok milikmu bahagia moga-moga kalian bisa bermain lagi di pinggir pantai ini untuk esok yang menanti dengan senyuman dan hilai tawa.
Adik-adikku, Manis sungguh senyumanmu mengukir impian lewat mentari terbenam dan pukulan ombak itu sepertinya membasuh tangisanmu di waktu kecil.
Hari ini, Hatiku berbunga kasih menyaksi kelincahanmu berlarian di pandangan mataku dengan harapan kau bisa mencintai Tuhan dengan sehebat cinta Agar kau menghargai usia remajamu yang telah luput dari hidupku.
Adik-adikku, Usah gentar andai engkau pernah tercicir ketika menyusur hari semalam bangkitlah dengan setulus harapan murni untuk terus menghirup indah maya ini dalam tangisan zikir....
Adik-adikku, Pandanglah ke wajah mulus ibumu renunglah ke wajah kasih ayahmu kelak di situ kau akan temui makna mengapa mereka sering memarahimu mengapa mereka sering mengawasi gerak gerimu. Kerana di mata mereka ada cahaya terbit dari sana sinar cinta untuk anak-anak mohon doa dielakkan bencana mohon doa dikekalkan bahagia.
Adik-adikku, Hari ini disaksikan Tuhan Yang Maha Memberi langkah riamu senyum tawamu melayani pukulan ombak tanpa sebarang sangsi akan hari esokmu telah membuat aku menangis.
Alangkah! Alangkah indahnya jika aku masih seusiamu pasti aku juga akan ria gembira meneguk embun di pinggir pantai ini tanpa membawa sebeban rasa kecewa dan kesal akan hari semalam...
Lalu, Kudoakan sejahteralah dirimu wahai adik-adikku! moga esok engkau akan lebih tabah andai terpaksa mengharungi derita moga esok engkau akan lebih bersyukur andai bahagia menerangi jiwa.
Adik-adikku sayang, Jadilah penyambung impianku yang kukelamkan lewat usia remajaku dulu agar engkau akan lebih cepat memahami; Hidup ini bukan hanya untuk ketawa semata!
(Kenangan bersama adik-adik di Teluk Segadas, Pangkor 2002)
Labels: Puisi Zaharah |
posted by Zaharah @ 3:19 AM   |
|
|
|
|